GUIDE TO ISLAM Qur'an Hadith

GUIDE TO ISLAM Qur'an Hadith

TRANSLATE THIS PAGE

EnglishFrenchGermanSpainItalianDutchRussianPortugueseJapaneseKoreanArabicChinese Simplified

Tampilkan postingan dengan label Cheng Ho. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cheng Ho. Tampilkan semua postingan

Revealed truth that remains will NOT coloumbus who discovered the Americas




Everyone sneering and jeering, when Turkish President Recep Tayyip Erdogan calls the Muslim sailors as the discoverer of the Americas.

However, all as silent as a researcher at the University of Rhode Island claims to find some evidence of Muslims arrived in the Americas long before Christopher Columbus arrived.

Evan Yuriesco, which is responsible for the study, said the findings are surprising and none of the researchers involved hope to find evidence of this.

"We hope to find traces of pre-historic settlements of Native Americans, but we found evidence that much of Muslim first arrived in the US before Columbus," said Yuriesco.

"What we were not prepared with all of this. But we believe it to be rewritten history," he continued.

That finding is a clay pot containing the 9th century codex is written in Arabic. Pot was, according Yuriesco, was found in a location that is suspected as a mass funeral of the sailors, because the researchers also found four frames in a state of advanced decomposition.

DNA testing, according Yuriesco, very unlikely. However, he continued, early tooth decay the bodies could indicate the cause of death; starvation or disease is not known.

Site worldnewsdailyreport.com report also found some other object; cloth, coins, two scimitars, and other metal artifacts. Unfortunately, metal artifacts unrecognizable as inedible rust and corrosion.

parchement-a
The documents are thought to be of the 9th century
based on the Kufic script of the manuscripts,
claim experts - at: http://worldnewsdailyreport.com
Two clay pots were also found. One pot containing the manuscript, which is believed to experts as the Koran. Other pots containing a mixture of dried herbs that are very well known.

Not difficult to determine the age of this manuscript. The whole style Kufi calligraphy in the manuscript. Karim's mother Fallah, University of Massachusetts historian who specializes in studying medieval manuscripts, said; "Kuficis is the oldest form of Arabic calligraphy."

Kuficis, still according to Ms. Fallah, is a modification of the old Nabataean script. "Style Kuficis, or Kufi calligraphy, developing the seventh century in Kufa, Iraq," said Ibn Fallah.

parchement-a

Byron Kent, museologist at the Smithsonian, said the findings of the pre-Columbian manuscripts is really very disturbing.

"No one doubts that the pre-Columbus map Arabs are the best in the world," said Kent. "But there is no initial map that shows knowledge of the Arabs aware of the Americas."

However, according to Kent, the idea of the Muslim population was traveling across the Atlantic before Columbus is something indisputable. Many experts also do not seek to argue that Islam never very superior to the West.

"Muslims certainly have the technology expertise to do it," said Kent.

"But there is no written record that they ever did. However, the findings of the University of Rhode Island researcher is strong evidence of Muslims are doing it."


Richard Francaviglia, best-selling author of Far Beyond the Western Sea of the Arabs: reinterpreting Claims about Pre-Columbian Muslims in the Americas from Willamette University, said the discovery was really shocking.

"The premise of Islam pre-Columbia discovered the New World is very interesting because it makes sense," said Francaviglia. "Muslim seafarers have remarkable navigational ability, long before Europeans to sea."

Various records show rapid Muslims explore and colonize most of the Old World in the ninth and tenth centuries.

"Columbus indebted to Muslim sailors skills," Francaviglia terminate.

Kebenaran Tetap akan Terkuak bahwa Bukan Colombus Penemu Benua Amerika




Semua orang mencibir dan mencemooh, ketika Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyebut pelaut Muslim sebagai penemu Benua Amerika.

Namun, semua seolah diam ketika sejumlah peneliti Universitas Rhode Island mengklaim menemukan sejumlah bukti Muslim tiba di Benua Amerika jauh sebelum Christopher Columbus datang.

Evan Yuriesco, yang bertanggung jawab atas penelitian itu, mengatakan temuan ini mengejutkan dan tidak satu pun dari peneliti yang terlibat berharap menemukan bukti ini.

"Kami berharap menemukan jejak permukiman pra-sejarah penduduk asli Amerika, tapi yang kami temukan bukti bahwa Muslim jauh lebih dulu tiba di AS sebelum Columbus," ujar Yuriesco.

"Sungguh kami tidak siap dengan semua ini. Namun kami yakin sejarah memang harus ditulis ulang," lanjutnya.

Temuan itu adalah pot tanah liat abad ke-9 berisi naskah kuno yang ditulis dalam Bahasa Arab. Pot itu, menurut Yuriesco, ditemukan di sebuah lokasi yang diduga sebagai pemakaman massal para pelaut, karena peneliti juga menemukan empat kerangka dalam keadaan dekomposisi canggih.

Tes DNA, masih menurut Yuriesco, sangat tidak mungkin. Namun, lanjutnya, pembusukan dini gigi mayat-mayat itu bisa menunjukan penyebab kematian; kelaparan atau penyakit yang tidak diketahui.

Situs worldnewsdailyreport.com melaporkan peneliti juga menemukan beberapa benda lain; kain, koin, dua pedang lengkung, dan artefak logam lainnya. Sayangnya, artefak logam tak bisa dikenali karena termakan karat dan korosi.

parchement-a
The documents are thought to be of the 9th century 
based on the Kufic script of the manuscripts, 
claim experts - at: http://worldnewsdailyreport.com
Dua pot tanah liat lainnya juga ditemukan. Salah satu pot berisi manuskrip, yang diyakini para ahli sebagai Alquran. Pot lainnya berisi campuran rempah-rempah kering yang sangat dikenal.

Tidak sulit menentukan umur manuskrip ini. Seluruh kaligrafi di manuskrip bergaya Kufi. Karim Ibu Fallah, sejarawan Universitas Massachussets yang khusus meneliti manuskrip abad pertengahan, mengatakan; "Kuficis adalah bentuk kaligrafi Arab tertua."

Kuficis, masih menurut Ibu Fallah, adalah modifikasi skrip Nabatea tua. "Gaya Kuficis, atau kaligrafi Kufi, berkembang abad ketujuh di Kufah, Irak," ujar Ibnu Fallah.

Byron Kent, museologist di Smithsonian, mengatakan temuan manuskrip pra-Columbus ini benar-benar sangat mengganggu.

"Tidak ada yang meragukan bahwa peta Arab pra-Colombus adalah yang terbaik di dunia," ujar Kent. "Namun tidak ada peta awal yang menunjukan pengetahuan orang Arab mengetahui adanya Benua Amerika."

Meski demikian, masih menurut Kent, gagasan populasi Muslim bepergian melintasi Atlantik sebelum Colombus adalah sesuatu tidak bisa dibantah. Banyak pakar juga tidak berupaya membantah bahwa Islam pernah sangat unggul dibanding Barat.

"Muslim pasti memiliki keahlian teknologi untuk melakukannya," demikian Kent.

"Namun tidak ada catatan tertulis bahwa mereka pernah melakukannya. Namun, temuan peneliti Universitas Rhode Island adalah bukti kuat Muslim memang melakukannya."


Richard Francaviglia, penulis buku best seller Far Beyond the Western Sea of the Arabs: Reinterpreting Claims about Pre-Columbian Muslims in the Americas dari Universitas Willamette, mengatakan penemuan ini benar-benar mengejutkan.

"Premis Islam pra-Columbia menemukan Dunia Baru sangat menarik karena masuk akal," ujar Francaviglia. "Pelaut Muslim memiliki kemampuan navigasi luar biasa, jauh sebelum orang Eropa melaut."

Berbagai catatan memperlihatkan Muslim cepat mengeksplorasi dan menjajah sebagian besar Dunia Lama pada abad kesembilan dan kesepuluh.

"Columbus berhutang budi pada ketrampilan pelaut Muslim," Francaviglia mengakhiri. 

PENEMU BENUA AMERIKA PERTAMA ITU ADALAH LAKSAMANA CHENG HO (SEORANG MUSLIM DARI CINA), BUKAN COLOMBUS ... INI BUKTINYA


Amerika-Negeri Muslim-19-perbandingan-kapal layar colombus dan laksamana cheng ho-jpeg.image
Perbandingan kapal layar Colombus dengan Laksamana Cheng Ho

Benua Amerika yang kita kenal saat ini ternyata memiliki hubungan sejarah yang sangat kuat dengan Islam. Nampak sekali dari banyaknya jejak-jejak peninggalan yang tersisa dan masih bisa kita saksikan sampai detik ini, yang paling banyak adalah jejak tentang nama-nama wilayah yang sangat identik dengan Islam. Amerika sudah mengenal Islam, jauh sebelum para perompak dari Eropa datang. Islam sudah menjadi kultur budaya di Amerika hingga akhirnya punah dan dimurtadkan oleh para misionaris kristen asal Eropa.

Jika Anda mengunjungi Washington DC, datanglah ke Perpustakaan Kongres (Library of Congress). Lantas, mintalah arsip perjanjian pemerintah Amerika Serikat dengan suku Cherokee, salah satu suku Indian, tahun 1787. Di sana akan ditemukan tanda tangan Kepala Suku Cherokee saat itu, bernama Abdel Khak dan Muhammad Ibnu Abdullah.

Amerika-Negeri Muslim-1-suku-cherokee-jpeg.image

Isi perjanjian itu antara lain adalah hak suku Cherokee untuk melangsungkan keberadaannya dalam perdagangan, perkapalan, dan bentuk pemerintahan suku cherokee yang saat itu berdasarkan hukum Islam. Lebih lanjut, akan ditemukan kebiasaan berpakaian suku Cherokee yang menutup aurat, sedangkan kaum laki-lakinya memakai turban (surban) dan terusan hingga sebatas lutut.

Cara berpakaian ini dapat ditemukan dalam foto atau lukisan suku cherokee yang diambil gambarnya sebelum tahun 1832. Kepala suku terakhir Cherokee sebelum akhirnya benar-benar punah dari daratan Amerika adalah seorang Muslim bernama Ramadan Ibnu Wati.

Amerika-Negeri Muslim-2-Rmadhan Ibnu Wati-jpeg.image
Ramadhan Ibnu Wati
Berbicara tentang suku Cherokee, tidak bisa lepas dari Sequoyah. Ia adalah orang asli suku cherokee yang berpendidikan dan menghidupkan kembali Syllabary, suku mereka pada 1821. Syllabary adalah semacam aksara. Jika kita sekarang mengenal abjad A sampai Z, maka suku Cherokee memiliki aksara sendiri.
Yang membuatnya sangat luar biasa adalah, aksara yang dihidupkan kembali oleh Sequoyah ini mirip sekali dengan aksara Arab. Bahkan, beberapa tulisan masyarakat cherokee abad ke-7 yang ditemukan terpahat pada bebatuan di Nevada sangat mirip dengan kata ”Muhammad” dalam bahasa Arab.

Bukti dalam sumber-sumber Barat:
  1. Profesor Barry Fell (Baca: Biografi Sejarah dari Wikipedia), pensiunan dosen dari Harvard University dan juga anggota dari American Academy of Science dan Seni, Royal Society, epigrafi Society dan Masyarakat Penemuan Ilmiah dan Purbakala, bersikeras tentang kedatangan Islam di Amerika pada tahun 650-an, 2 prediksi pendapat ini pada kaligrafi Cufic adalah peradaban yang ditemukan di berbagai penggalian di seluruh Amerika. Jika kata-kata Profesor Fell memiliki nilai kebenaran, maka umat Islam telah tiba di Amerika selama era Khalifah Utsman, atau setidaknya di masa Ali, khalifah keempat.
  1. Bukti kedua yang ditawarkan oleh Profesor Fell adalah bahwa tulisan “In the Name of Allah” (gambar 1). Demikian juga, batu bantalan tulisan “Muhammad adalah Nabi Allah” (gambar 2) adalah berkaitan dengan era yang sama. Seperti terlihat dengan perbandingan dua gambar, prasasti tidak dalam gaya modern Arab, sebaliknya mereka berada dalam gaya Cufic, relevan dengan abad ketujuh.
Amerika-Negeri Muslim-3-gambar 1-jpeg.image
Gambar 1
Orang-orang Arab, sesuai dengan temuan Profesor Fell, menetap di Nevada selama abad ketujuh dan kedelapan. Keberadaan awal dari sebuah sekolah, yang diajarkan Islam dan ilmu pengetahuan, khususnya navigasi, telah terungkap setelah penyelidikan arkeologi yang dilakukan oleh Profesor Heizer dan Baumhoff of California Universitas sekitar WA 25 di situs Nevada. Penggalian di Nevada telah menemukan tulisan di naskhi Arab dan gaya Cufic yang tertulis di batu yang membawa informasi tentang sekolah ini (gambar 3).
  1. Pada abad kedua belas, Athapcan Tribe, terdiri dari Apache asli dan Navajos, menyerbu wilayah yang dihuni oleh orang-orang Arab. Pribumi yang buta huruf terpesona dengan sekolah-sekolah yang didirikan oleh orang-orang Arab, dan, mungkin dengan bantuan tawanan, berusaha meniru subyek yang sama, mengubah bentuk geometris menjadi binatang mitos, yang dilakukan selama berabad-abad.
  1. Gambar 5 adalah tulisan Cufic ditemukan pada tahun 1951 di White Mountains, dekat dengan kota Benton di perbatasan Nevada. Kata-kata Setan maha mayan, yaitu Iblis adalah sumber dari segala kebohongan, telah ditulis dalam gaya Cufic khas abad ketujuh.

    Amerika-Negeri Muslim-4-gambar 2-jpeg.image
    Gambar 2
  1. Sekali lagi, sebuah prasasti batu milik pasca-650 CE, bantalan huruf Cufic H-M-I-D,  kata Hamid (gambar 6). Tulisan Arab lain yang ditemukan di bebatuan Atlata di Valley of Fire di Nevada.
  1. Seorang Penulis Jurnal Amerika, saat bepergian dari Malden ke Cambridge di negara bagian Massachusetts pada tahun 1787, menulis, Pendeta Thaddeus Mason Harris melihat beberapa koin ditemukan oleh pekerja selama pembangunan jalan. Para pekerja, tidak mempedulikan koin tersebut. Akibatnya, Harris memutuskan untuk mengirim uang tersebut ke perpustakaan Harvard College untuk pemeriksaan (gambar 7). Penelitian menghasilkan bahwa ini sebenarnya adalah Samarqand Dirham dari abad kedelapan dan kesembilan. Seperti dapat dilihat pada gambar, koin nyata menampilkan prasasti La ilaha illa-Allah Muhammadun Rasulullah (Tidak ada Tuhan selain Allah, dan Muhammad adalah Rasul-Nya) dan Bismillah (dengan nama Allah).
  1. Amerika-Negeri Muslim-5-gambar 3-jpeg.image
    Gambar 3
    Gambar 8 menunjukkan sepotong batu ditemukan di sebuah gua di wilayah Corinto di El Salvador. Bantalan prasasti Malaka Haji Malaya ini telah diidentifikasi sebagai prasasti abad ketiga belas yang menunjukkan kedatangan Muslim di Amerika Selatan, yang mungkin datang dari suatu tempat di daerah Indonesia.
Secara umum, suku-suku Indian di Amerika juga percaya adanya Tuhan yang menguasai alam semesta. Tuhan itu tidak teraba oleh panca indera. Mereka juga meyakini, tugas utama manusia yang diciptakan Tuhan adalah untuk memuja dan menyembah-Nya. Seperti penuturan seorang Kepala Suku Ohiyesa: ”In the life of the Indian, there was only inevitable duty-the duty of prayer-the daily recognition of the Unseen and the Eternal.” Bukankah Al-Qur’an juga memberitakan bahwa tujuan penciptaan manusia dan jin semata-mata untuk beribadah pada Allah.
Subhanallah… Bagaimana bisa Kepala suku Indian Cheeroke itu Muslim? Sejarahnya panjang.


Amerika-Negeri Muslim-6-gambar 4-jpeg.image
Gambar 4

PENEMU BENUA AMERIKA PERTAMA ITU ADALAH LAKSAMANA CHENG HO 
(SEORANG MUSLIM DARI CINA), BUKAN COLOMBUS
Semangat orang-orang Islam dari Cina saat itu untuk mengenal lebih jauh planet (tentunya saat itu nama planet belum terdengar) tempat tinggalnya, selain untuk melebarkan pengaruh, mencari jalur perdagangan baru dan tentu saja memperluas dakwah Islam, mendorong beberapa pemberani di antara mereka untuk melintasi area yang masih dianggap gelap dalam peta-peta mereka saat itu.
Beberapa nama tetap begitu kesohor sampai saat ini bahkan hampir semua orang pernah mendengarnya, sebut saja Tjeng Ho dan Ibnu Batutta, namun beberapa lagi hampir-hampir tidak terdengar dan hanya tercatat pada buku-buku akademis.

Para ahli geografi dan intelektual dari kalangan Muslim yang mencatat perjalanan ke benua Amerika itu adalah Abul-Hassan Ali Ibn Al Hussain Al Masudi (meninggal tahun 957), Al Idrisi (meninggal tahun 1166), Chihab Addin Abul Abbas Ahmad bin Fadhl Al Umari (1300 – 1384) dan Ibn Battuta (meninggal tahun 1369).

Menurut catatan ahli sejarah dan ahli geografi muslim Al Masudi (871 – 957), Khashkhash Ibn Saeed Ibn Aswad seorang navigator muslim dari Cordoba di Andalusia, telah sampai ke benua Amerika pada tahun 889 Masehi. Dalam bukunya, ‘Muruj Adh-dhahab wa Maadin al-Jawhar’ (The Meadows of Gold and Quarries of Jewels), Al Masudi melaporkan bahwa semasa pemerintahan Khalifah Spanyol Abdullah Ibn Muhammad (888 – 912), Khashkhash Ibn Saeed Ibn Aswad berlayar dari Delba (Palos) pada tahun 889, menyeberangi Lautan Atlantik, hingga mencapai wilayah yang belum dikenal yang disebutnya Ard Majhoola, dan kemudian kembali dengan membawa berbagai harta yang menakjubkan.

Amerika-Negeri Muslim-7-gambar 5-jpeg.image
Gambar 5
Sesudah itu banyak pelayaran yang dilakukan untuk mengunjungi daratan di seberang Lautan Atlantik, yang gelap dan berkabut itu. Al Masudi juga menulis buku ‘Akhbar Az Zaman’ yang memuat bahan-bahan sejarah dari pengembaraan para pedagang ke Afrika dan Asia.
Dr. Youssef Mroueh juga menulis bahwa selama pemerintahan Khalifah Abdul Rahman III (tahun 929-961) dari dinasti Umayah, tercatat adanya orang-orang Islam dari Afrika yang berlayar juga dari pelabuhan Delba (Palos) di Spanyol ke barat menuju ke lautan lepas yang gelap dan berkabut, Lautan Atlantik. Mereka berhasil kembali dengan membawa barang-barang bernilai yang diperolehnya dari tanah yang asing.

Beliau juga menuliskan menurut catatan ahli sejarah Abu Bakr Ibn Umar Al-Gutiyya bahwa pada masa pemerintahan Khalifah Spanyol, Hisham II (976-1009), seorang navigator dari Granada bernama Ibn Farrukh tercatat meninggalkan pelabuhan Kadesh pada Februari tahun 999 melintasi Lautan Atlantik dan mendarat di Gando (Kepulaun Canary).

Amerika-Negeri Muslim-8-gambar 6-jpeg.image
Gambar 6
Ibn Farrukh berkunjung kepada Raja Guanariga dan kemudian melanjutkan ke barat hingga melihat dua pulau dan menamakannya Capraria dan Pluitana. Ibn Farrukh kembali ke Spanyol pada Mei 999.

Amerika-Negeri Muslim-9-gambar 7-jpeg.image
Gambar 7
Perlayaran melintasi Lautan Atlantik dari Maroko dicatat juga oleh penjelajah laut Shaikh Zayn-eddin Ali bin Fadhel Al-Mazandarani. Kapalnya berlepas dari Tarfay di Maroko pada zaman Sultan Abu-Yacoub Sidi Youssef (1286 – 1307), raja keenam dalam dinasti Marinid. Kapalnya mendarat di pulau Green di Laut Karibia pada tahun 1291. Menurut Dr. Morueh, catatan perjalanan ini banyak dijadikan referensi oleh ilmuwan Islam.
Amerika-Negeri Muslim-10-gambar 8-jpeg.image
Gambar 8
Sultan-sultan dari kerajaan Mali di Afrika barat yang beribukota di Timbuktu, ternyata juga melakukan perjalanan sendiri hingga ke benua Amerika. Sejarawan Chihab Addin Abul-Abbas Ahmad bin Fadhl Al Umari (1300 – 1384) memerinci eksplorasi geografi ini dengan seksama. Timbuktu yang kini dilupakan orang, dahulunya merupakan pusat peradaban, perpustakaan dan keilmuan yang maju di Afrika. Ekspedisi perjalanan darat dan laut banyak dilakukan orang menuju Timbuktu atau berawal dari Timbuktu.
Sultan yang tercatat melanglang buana hingga ke benua baru saat itu adalah Sultan Abu Bakari I (1285 – 1312), saudara dari Sultan Mansa Kankan Musa (1312 – 1337), yang telah melakukan dua kali ekspedisi melintas Lautan Atlantik hingga ke Amerika dan bahkan menyusuri sungai Mississippi.

Amerika-Negeri Muslim-10-Sequoyah atau yang Dikenal dengan George Gist-jpeg.image
Sequoyah atau yang Dikenal dengan George Gist

Sultan Abu Bakari I melakukan eksplorasi di Amerika tengah dan utara dengan menyusuri sungai Mississippi antara tahun 1309-1312. Para eksplorer ini berbahasa Arab. Dua abad kemudian, penemuan benua Amerika diabadikan dalam peta berwarna Piri Re’isi yang dibuat tahun 1513, dan dipersembahkan kepada raja Ottoman Sultan Selim I tahun 1517. Peta ini menunjukkan belahan bumi bagian barat, Amerika selatan dan bahkan benua Antartika, dengan penggambaran pesisiran Brasil secara cukup akurat.
Dua abad kemudian, penemuan benua Amerika diabadikan di dalam peta berwarna Piri Re’isi yang dibuat pada tahun 1513, dan dipersembahkan kepada raja Ottoman Sultan Selim I tahun 1517.
Peta ini menunjukkan letak belahan bumi bagian barat, Amerika Selatan dan bahkan benua Antartika, dengan penggambaran pesisiran Brasil secara cukup akurat.

Amerika-Negeri Muslim-11-Voyages_of_Zheng_He_1405-33-jpeg.image
Voyages_of_Zheng_He_1405-33

Columbus sendiri mengetahui bahwa orang-orang Carib (Karibia) adalah pengikut Nabi Muhammad. Dia paham bahwa orang-orang Islam telah berada di sana, terutama orang-orang dari Pantai Barat Afrika. Mereka mendiami Karibia, Amerika Utara dan Selatan. Namun tidak seperti Columbus yang ingin menguasai dan memperbudak rakyat Amerika, orang-Orang Islam datang untuk berdagang dan bahkan menikahi orang-orang pribumi.

Amerika-Negeri Muslim-14-abdul hamid II ottoman-sultan-jpeg.image
Sultan Abdul Hamid II Ottoman

Lebih lanjut Columbus mengakui pada 21 Oktober 1492, 70 tahun dalam pelayarannya antara Gibara dan Pantai Kuba melihat sebuah masjid (berdiri di atas bukit dengan indahnya menurut sumber tulisan lain). Sampai saat ini sisa-sisa reruntuhan masjid telah ditemukan di Kuba, Mexico, Texas dan Nevada.
Namun, tidak seperti Columbus yang ingin menguasai dan memperbudak, bahkan membantai rakyat Amerika asli (baca: Kebohongan Amerika tentang Christopher Columbus), Orang-Orang Islam datang untuk berdagang dan bahkan beberapa di antaranya menikahi orang-orang pribumi.
Dan tahukah Anda? Bahwa 2 orang nahkoda kapal yang dipimpin oleh Columbus, kapten kapal Pinta dan Nina adalah orang-orang Islam, yaitu dua bersaudara Martin Alonso Pinzon dan Vicente Yanex Pinzon yang masih keluarga dari Sultan Maroko Abuzayan Muhammad III (1362). (THACHER, JOHN BOYD: Christopher Columbus, New York 1950).

Amerika-Negeri Muslim-16-banishingtheindians-jpeg.image
Banishing the Indians

Sekitar 70 tahun sebelum Columbus menancapkan benderanya di tanah Amerika, Laksamana Cheng Ho sudah terlebih dahulu datang ke sana. Para peserta seminar yang diutus oleh Royal Geographical Society di London sangat kaget  karena penemuan seorang kru kapal selam dan uraian sejarawan bernama Gavin Menzies. Dia juga seorang mantan perwira Angkatan Laut Kerajaan Inggris  (baca: Biography Gavin Menzies).

Menzies yang tampil dengan penuh keyakinan, menjelaskan teorinya tentang pelayaran terkenal dari pelaut mashur asal Cina, Laksamana Cheng Ho. Bersama bukti-bukti yang ditemuinya dari catatan sejarah, dia lantas membuat kesimpulan bahawa pelaut serta pengembara ulung dari Dinasti Ming itu adalah penemu awal benua Amerika, dan bukannya Columbus.
Bahkan menurutnya, Cheng Ho ‘mengalahkan’ Columbus dengan jarak (perbedaan) waktu sekitar 70 tahun. Apa yang dikemukakan Menzies tentu membuat semua orang tertipu karena masyarakat dunia selama ini mengetahui bahawa Columbus-lah penemu benua Amerika pada sekitar abad ke-15. Penjelasan Menzies ini dikuatkan dengan sejumlah bukti sejarah.

Menzies menunjukkan sebuah peta  sebelum Columbus memulai ekspedisinya, lengkap dengan gambar benua Amerika serta sebuah peta astronomi milik Cheng Ho yang disandarkan sebagai bahan bukti. Menzies sangat yakin setelah ia meneliti ketepatan dan kesahihan bahan-bahan bersejarah tersebut. 
(dp/Daulahislam/heboh.co)

Popular Posts

.

.
hadist, panduan, pegangan, amalan

*** Promote Your Business to Worldwide ***